wel.com.e the dark zone

ZONA HITAM arCHIVTour

- architecture dan touring -

6.07.2011

Kawah Ijen ( 2388 mdpl )

Perjalanan menuju kawah ijen kali ini ditemani oleh hujan sangat deras disertai angin yang cukup kencang. Di awali dari kota malang pukul 14.00 WIB saya dan my luvly serta si merah ( my vixion ) berangkat menuju Purwosari, Pasuruan untuk bertemu dengan teman saya Fiandra. Pukul 15.00 WIB perjalanan dimulai ( masih dg ditemani hujan dan angin yang cukup kencang ). Hujan turun sejak saya berangkat dari malang sampai di kabupaten pasuruan.


Hari sudah mulai siang dan matahari mulai bersinar dengan sangat teriknya di kota pasuruan, tetapi hal itu tidak berselang lama. Setelah memasuki perbatasan antara Probolinggo dan Pasuruan hujan kembali turun. Memasuki kota Probolinggo hari mulai gelap ( sore telah datang ) dan hujanpun telah reda, meskipun terkadang gerimis masih juga menemani. Dan akhirnya perjalanan kamipun kembali di temani oleh pelangi yang muncul di atas awan yang sangat biru ( gak sempat di foto karena di atas motor ).



Memasuki Kota Bondowoso hari sudah mulai gelap ( jam di tangan menunjukkan pukul 20.00 WIB ), dan tiba2 fiandra bertanya " hei kon ngerti dalane tah..?? ( hei, kamu tau jalannya ga..?? ) " lalu ku jawab " ga eruh dul ( ga eruh dul )* ". Akhirnya kamipun bertanya kepada warga sekitar dan ternyata masih 2 jam perjalanan lagi menuju kawasan kawah ijen dan itu sekitar kurang lebih 80 km.



Hari mulai bertambah gelap dan jalananpun mulai memasuki alas ( hutan ) serta kondisi jalanpun aspal ( rusak parah ) dengan ditambah bebatuan kali yang sangat besar. Akhirnya si merah terpeleset dan jatoh dah ( saya dan cewek saya ). Setelah mengecek kondisi si merah tidak ada yang terganggu akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju ke atas walaupun dengan susah payah.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 jam akhirnya kami sampai juga di
Pos Paltuding, kawasan Kawah Ijen ( oiya saat itu terjadi Supermoon, tau khan supermoon. Bukan superman lho..hehehe ). Setelah melakukan proses pendataan di loket, kamipun segera menuju warung untuk mencari sedikit kehangatan dalam segelas kopi ataupun mie instan.


Supermoon


Waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 WIb kamipun mulai mendirikan tenda, membuat sedikit makan malam ( biasa dingin membuat perut selalu lapar ) dan istirahat sebentar sambil menunggu pagi untuk segera melakukan tracking menuju kawah ijen. Pagi itu pukul 02.00 dinihari trackingpun di mulai bersama kawan yang baru berkenalan. kawan itu dari Bali melakukan travelling ke kawah ijen sendiri naek motor pula ( mantaph..!!! )


Kawah Ijen

Pos Paltuding

Ijen carter

Gerbang Selamat Datang

Keagungan Sang Kuasa

Perjalananpun dilanjutkan menuju puncak kawah ijen, sepanjang perjalanan dengan track yang landai walaupun tidak sedikit track yang cukup terjal naek ke atas tidak dirasakan oleh kawan - kawan ( jujur capek juga euy..hahaha ). Perjalanan akhirnya sampai juga di pos peristirahatan para pekerja penambang belerang di kawah ijen, bercengkerama dengan para pekerja sambil memulihkan tenaga ( rata - rata pekerja tambang adalah orang madura ). Dan ternyata masing - masing pekerja membawa 80kg belerang setiap pikulnya, dan lebih hebatnya lagi para pekerja mampu membawa 4-5 kali penambangan, yang artinya 400kg dalam 1 hari.


Perjalanan mulai terlihat mengasikkan setelah kami bertemu dengan para penambang yang lalu lalang membawa belerang. Dan akhirnya kamipun sampai di puncak kawah ijen, sembari duduk di bagian bawah bibir kawah ijen menikmati dinginnya udara saat itu dan juga supermoon yang memang benar - benar indah.


Setelah mentari pagi muncul di balik kawah ijen kamipun mulai kembali turun ke pos paltuding. Hal ini dikarenakan para pengunjung hanya di berikan waktu sampai siang di puncak. Karena di puncak pada siang hari gas belerang sangatlah pekat baunya dan dapat mengganggu saluran pernafasan. Maka dari itu setelah mentari muncul kami putuskan untuk turun ke pos paltuding.

How Much..??

Mensyukuri apa yang terlihat

Awan dan Puncak

Asapmu berteman dengan langit

Lelah but Puas

Kawah terbesar


Perjalanan yang sangat melelahkan dengan kondisi cuaca yang awal tidak mendukung tetapi saat di TKP kondisi berbalik sangat menyenangkan dan sangatlah indah. Sebuah pembelajaran yang dapat di ambil adalah di balik kekuatan seseorang ternyata masih ada yang lebih kuat hanya untuk menghidupi keluarganya ( contoh kasus para penambang belerang ).




regards,



aufklarunx

Surga Puncak Tertinggi Jawa

Sebuah perjalanan yang tak terbayangkan sebelumnya, hanya sebuah keputusan yang cukup membingungkan saat itu. Diantara pilihan antara menuju kota yang damai ( Ngayogyakarto ) atau menuju Ranukumbolo. Dan akhirnya ranukumbolo lah pilihan yang menjadi sebuah keputusan saat itu.



Trip yang sangat menyenangkan menurut saya. Hanya berselang 3 hari setelah lebaran tahun 2010 saya bersama kawan - kawan menuju sebuah tempat yang menjadi tujuan para pendaki gunung di indonesia maupun mancanegara.



Perjalanan awal dimulai dari kota malang pukul 6 pagi ( dg rasa kantuk yang sangat karena belum tidur sejak malam ) menggunakan sepeda motor kita menuju tumpang, salah satu kecamatan di kabupaten malang. Sesampainya di tumpang sambil menunggu kawan yang lain sarapan dahulu ( walopun saya tidak terbiasa sarapan, akhirnya saya hanya minum kopi ).


Dari tumpang kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos ranupane. Jalur yang di hadapi cukup berat dengan jalan yang terjal dan kondisi jalan yang tidak begitu baik. tetapi semua itu hilang seiring dengan banyaknya pemandangan di sekeliling yang cukup menawan.

Pemandangan sepanjang perjalanan menuju Ranupane

Si Sho*un lagi ngambek

Perjalanan menuju ranupane dari tumpang di tempuh dalam waktu 1,5 jam menggunakan sepeda motor walaupun sempat juga salah satu sepeda motor tidak kuat naek. Sesampainya di Pos Ranupane kami semua melakukan pendataan di loket ( biar terdeteksi gtu... :p ). Setelah pendataan di loket selesai, barulah mulai perjalanan yang cukup menyenangkan menuju surga dari puncak tertinggi di ranah jawa. Tracking cukup menantang, rimbunan rumput ilalang, longsoran tanah, pemberhentian di watu rejeng ( cukup menawan ) membuat semangat untuk meraih kedamaian di ranukumbolo semakin menjadi.

Pos pertama menuju Ranukumbolo

Tracking

Setelah melalui segala bentuk track, sampailah di pos terakhir tepan didepan Danau Ranukumbolo. Sebuah hal yang sangat mengagumkan keindahan alam ini, tak di pungkiri sebuah tempat ciptaan Sang Kuasa memang tak akan pernah ada matinya.

Danau Ranukumbolo

Memburu kedamaian


Akhirnya kami sampai di sebuah tempat yang memberikan sebuah kedamaian hati ( ranukumbolo ), kami mulai mendirikan tenda, membuat kopi, mie instan keluar juga dari tas carier kami semua.


Tepat di pagi hari tanggal 16 September 2010 ada salah satu kawan yang kebetulan bertambah usianya 1 tahun dan akhirnya di temani mentari yang muncul dari sela - sela antara bukit dan lembah mandilah kawan kami tersebut di dinginnya air danau ranukumbolo ( Happy Birthday kawan. Wish you all the best untukmu )

Sambut mentari

Cahaya diantara celah kecil

Hangat Cahaya Mentari

Pos Kumbolo

Di ranukumbolo kami memang hanya semalam tetapi perjalanan menuju kesanalah yang membuat kerinduan itu selalu membuat saya ingin kembali kesana. Cerita tentang perjalanan, cerita tentang cinta yang berawal dari sebuah Tanjakan Cinta dari bercanda sampai akhirnya saat ini aku bersama dengannya ( Septi ). Tak akan pernah ku lupa semua perjalanan itu kawan. Dan pada akhirnya kami semua kembali ke kota malang dengan penuh kedamaian dan kemenangan walau kemenangan itu hanya sedikit. Tapi bukan itu yang saya cari, yang saya cari adalah sebuah proses perjalanan, hikmah dari yang telah saya dapat disana jauh lebih berkesan ( kawan baru, cerita baru dan tentunya cinta baru ).

Kerinduan yang mendalam
Dari kiri ke kanan : Bang Lutfi, saya, septi, devi ( yang ultah ), indx ( kebo ), dan yougiex

Tanjakan Cinta ( disinilah semua itu bermula )

Ranukumbolo, 15 - 16 September 2010




Regards,


aufklarunx

6.24.2008

keterpurukan nya..

ini berawal dari sebuah keterpurukan yang tiada henti. kegelapan yang selalu menyelimuti jiwa dan raga, hingga sempat terpikir dalam otak bahwa dunia ini sungguh bener - bener g adil dengan pa yang telah terlalui. sampai pada suatu saat hal yang telah lama terpendam muncul kembali kepermukaan tanpa da ombak yang membawanya.

seberapa kuatkah tiang yang menyangga tu. layaknya sebuah tiang yg berada di tengah lautan dengan deburan ombak yang keras.