wel.com.e the dark zone

ZONA HITAM arCHIVTour

- architecture dan touring -

6.14.2011

Road To Sempu Islands

Mentari pagi sendang biru

Indahnya sinar Mu

Perjalanan kali ini menuju pulau sempu, yang mana merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dan saat ini Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau. Pulau Sempu dapat ditempuh dari Malang melalui Pantai Sendang Biru, dan penyeberangan menggunakan perahu nelayan, serta mendapat perijinan.

Perjalanan ini sudah beberapa tahun yang lalu ( tp masih ingatlah cerita ttg perjalanannya, krn asik sie..hehe ). Perjalanan ini bersama dengan kawan - kawan seperjuangan di lingkungan pendidikan ( alias mahasiswa ) ARSITEKTUR MALANG dan bersama kawan KPFA+ ( Kelompok Penggemar Fotografi Arsitektur Plus ) yg berjumlah 10 orang dengan 5 sepeda motor. Dari malang kami berangkat pukul 15.00 wib, setelah 1 jam perjalanan tibalah kami di Sendang Biru. Sebelum menuju pulau sempu kami bermalam di Pulau sendang biru, dikarenakan penyeberangan menuju P. Sempu hanya terbatas sampai pukul 16.00 WIB.


Setelah melalui 1 malam di sendang biru, saatnya untuk menyeberang menuju p. sempu yang di tempuh dalam waktu hanya 10 - 15 menit. Perjalanan di atas perahu tidaklah membuat kami semua merasa capek ( apalagi dg barang bawaan yang cukup banyak..maklum saat itu pertama kali kesono..hahaha ) karena kami disuguhkan pemandangan yang elok, suara debur ombal di pantai selatan, bau air laut yang sangat membuat saya ingin nyebur ( terjun dlm bahasa indonesia ), sayangnya saya tdk bisa berenang jadi tak jadi lah saya nyebur.hahaha

Sampailah kami di bibir pantai menuju p. sempu dan di mulailah perjalanan menuju Segoro Anakan di P. Sempu. Berjalan kaki menyusuri jalan setapak dengan pemandangan kiri kanan adalah hutan membuat semakin bersemangat, apalagi saat itu kami juga bertemu dengan sebuah kubangan lumpur yang sangat besar, sehingga membuat kami semua harus lompat untuk bisa melewati ( ada jg yang akhirnya harus melewati dg berjalan di dalam lumpur...hahaha )

Perjalanan trs dilanjutkan menuju segoro anakan dengan kondisi yang sangat menyenangkan. Air minum galon, ikan hasil beli di TPI ( bukan stasiun TV loh..tp tempat pelelangan ikan ), tas yang kami sendiri tetapi itu semua tidak membuat saya dan kawan - kawan untuk kembali ( udah sampe tengah mo balik..???GA MASUK AKAL..!! hahaha ), sembari berjalan saya dan teman - teman mempunyai slogan perjalanan " SURVIVE AND NOTHING TO LOOSE" dan itu jadi tema perjalanan kita.

Akhirnya setelah 1,5 jam perjalanan menyusuri jalanan setapak akhirnya sampai juga di segoro anakan dengan pasir putih dan juga air lautnya. Segera kami mendirikan tenda dan ada juga yang langsung nyebur ke segoro anakan buat mandi. Malam segera hadir saat itu, persiapan penerangan telah dinyalakan. Senda gurau mewarnai obrolan kami semua seakan tidak ada rasa lelah dan letih saat melakukan perjalanan tadi. Dengan penerangan yang secukupnya semua tertawa, bermain dan juga curhat.hehe

Malam datang teman - teman mulai memasuki tenda semua untuk segera beristiharat memulihkan tenaga. Saya dan 1 teman memilih beristirahat di bibir pantai di karenakan cuaca sedang bagus dan bulan sedang bersinar dengan terang. Tapi itu tidak berlangsung lama karena air laut segera pasang dan rintik hujan mulai mengubah cuaca indah tersebut, langsung saja kami berlari menuju tenda. Setelah pagi tiba dan tenda yang saya pakai tidur ternyata semakin dingin, setelah di telusuri ternyata tadi malam hujan cukup deras dan pakaian kami yang dijemur ikut basah. Alhasil semua saling mencari tempat untuk berjemur.


Pagi di segoro anakan sangat sejuk, udara segar dengan pemandangan danau yang sangat mempesona. Saatnya sarapan telah tiba, masakan yang dihasilkan ya cukuplah "bisa" dimakan, walau agak aneh rasanya ( bayangin aja nasi goreng terlalu becek + sarden + ikan bakar setengah matang + mie goreng di campur jadi satu ) gmn rasanya itu..hehehe

Dan ternyata semua orang baru ingat bahwa air tawar yg kami bawa telah habis dan setelah sarapan semua pada bingung mencari air tawar ( disana ga ada air tawar boo ), dan salah satu teman saya melirik ke belakang tenda dome kami bahwa disana ada terpal ( yg tadinya mo didirikan tenda tetapi tidak jadi karena talinya kurang ) ada bekas air hujan tadi malam yang menggenang. Seketika langsung saja mengambil botol kosong dan dimasukkan kedalam botol serta diletakkan di samping kawan lainnya ( tentu saja tanpa sepengetahuan mereka ). Saat mereka bertanya " ini air minum..?? " langsung jawab spontan " iya ( sambil ceekikikan ) ".

Pagi yang cerah dimanfaatkan oleh kawan - kawan saling bertukar ilmu fotografi, ilmu arsitektur dan juga saling berenang di segoro anakan. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB dan kawan kawan berpikir untuk segera meninggalkan segoro anakan dan kembali ke sendang biru. Akhirnya mulailah membongkar tenda dan membersihkan sampah - sampah yang ada untuk di bawa ke sendang biru dan dibuang di tempat sampah ( krn disana ga ada tempat sampah dan merupakan kawasan lindung ).


Setelah semua siap maka perjalanan kembali ke sendang biru segera dimulai, dan saat sampai di bibir pantai ( pintu masuk ) kami masih menunggu perahu yg mengantar kami kemaren ( sistemnya antar jemput. dg biaya 100rb PP per perahu ).

Sungguh perjalanan yang menyenangkan dan mengasikkan. Tidak akan pernah kami terutama saya untuk terus mengarungi indahnya alam indonesia.


Sarapan

SURVIVE AND NOTHING TO LOOSE

Cerita Untuk Mereka

Anak Pantai

Cahaya Kecil

Indahnya Alam Indonesia

Abadikanlah Selalu




Regards,


aufklarunx




6.12.2011

Bromo Mountain ( saur bersama Bromo )

Akhirnya saya bisa update blog lagi. Kali ini saya mencoba mengupdate perjalanan menuju Gunung Bromo beberapa tahun kemarin saat menunaikan ibadah puasa. Perjalanan menuju bromo berawal tidak ada rencana alias mendadak, awalnya hanya sekedar omong biasa dan ternyata oleh kawan - kawan langsung di setujui.


Perjalanan menuju bromo berangkat dari Kota malang pukul 21.00 WIB. Perjalanan malam dengan 3 sepeda motor dan 6 orang ( saling berboncengan ). Melewati Malang - Lawang - dan kemudian melewati Nongkojajar.

Melewati beberapa jalur gelap dan di sisi jalur sudah tersedia jurang dan juga hutan belantara. Setelah [perjalanan selama 1,5 jam akhirnya sampai juga di Pos Tosari ( loket masuk menuju penanjakan ). Disana segera mengeluarkan peralatan untuk persiapan saur bersama. Dingin cukup menusuk tulang saat itu ( keroso pol adem e ). Sambil menunggu pos buka pukul 03.00 WIB.


Suasana Pukul 04.00 WIB

Menunggu moment

Sunrise


Menikmati sunrise di penanjakan telah usai. Bersama kawan segera meluncur ke padang kawah pasir. Dengan kondisi kendaraan yang berbeda semua saling bergantian mencari jalur menuju kawah pasir. Di penanjakan kami juga bertemu pengunjung bromo dari brazil, kebetulan kami juga membawa Sang Saka Merah Putih dan kami juga saling berfoto.

Brazil dan Indonesia





Menuju kawah pasir cukup lumayan ekstrim. Pasir dan juga bebatuan hadir di depan motor kami. Melewati kawah pasir merupakan hal yang sangat keren, mencari jalur agar roda kami tidak terjebak oleh lautan pasir sehingga membuat kendaraan tidak dapat berjalan dengan mulus.


Gunung Batok n Gunung bromo berdampingan

Bersama Si Hitam ( RIP Si Hitam )

Melintasi kawah pasir menuju kembali ke kota malang memperoleh banyak sekali pengalaman. Bromo memang tak pernah habis pesonanya dan tak akan pernah bosan untuk selalu kembali kesana.






Regards,




Aufklarunx

6.07.2011

Kawah Ijen ( 2388 mdpl )

Perjalanan menuju kawah ijen kali ini ditemani oleh hujan sangat deras disertai angin yang cukup kencang. Di awali dari kota malang pukul 14.00 WIB saya dan my luvly serta si merah ( my vixion ) berangkat menuju Purwosari, Pasuruan untuk bertemu dengan teman saya Fiandra. Pukul 15.00 WIB perjalanan dimulai ( masih dg ditemani hujan dan angin yang cukup kencang ). Hujan turun sejak saya berangkat dari malang sampai di kabupaten pasuruan.


Hari sudah mulai siang dan matahari mulai bersinar dengan sangat teriknya di kota pasuruan, tetapi hal itu tidak berselang lama. Setelah memasuki perbatasan antara Probolinggo dan Pasuruan hujan kembali turun. Memasuki kota Probolinggo hari mulai gelap ( sore telah datang ) dan hujanpun telah reda, meskipun terkadang gerimis masih juga menemani. Dan akhirnya perjalanan kamipun kembali di temani oleh pelangi yang muncul di atas awan yang sangat biru ( gak sempat di foto karena di atas motor ).



Memasuki Kota Bondowoso hari sudah mulai gelap ( jam di tangan menunjukkan pukul 20.00 WIB ), dan tiba2 fiandra bertanya " hei kon ngerti dalane tah..?? ( hei, kamu tau jalannya ga..?? ) " lalu ku jawab " ga eruh dul ( ga eruh dul )* ". Akhirnya kamipun bertanya kepada warga sekitar dan ternyata masih 2 jam perjalanan lagi menuju kawasan kawah ijen dan itu sekitar kurang lebih 80 km.



Hari mulai bertambah gelap dan jalananpun mulai memasuki alas ( hutan ) serta kondisi jalanpun aspal ( rusak parah ) dengan ditambah bebatuan kali yang sangat besar. Akhirnya si merah terpeleset dan jatoh dah ( saya dan cewek saya ). Setelah mengecek kondisi si merah tidak ada yang terganggu akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju ke atas walaupun dengan susah payah.


Setelah menempuh waktu kurang lebih 2 jam akhirnya kami sampai juga di
Pos Paltuding, kawasan Kawah Ijen ( oiya saat itu terjadi Supermoon, tau khan supermoon. Bukan superman lho..hehehe ). Setelah melakukan proses pendataan di loket, kamipun segera menuju warung untuk mencari sedikit kehangatan dalam segelas kopi ataupun mie instan.


Supermoon


Waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 WIb kamipun mulai mendirikan tenda, membuat sedikit makan malam ( biasa dingin membuat perut selalu lapar ) dan istirahat sebentar sambil menunggu pagi untuk segera melakukan tracking menuju kawah ijen. Pagi itu pukul 02.00 dinihari trackingpun di mulai bersama kawan yang baru berkenalan. kawan itu dari Bali melakukan travelling ke kawah ijen sendiri naek motor pula ( mantaph..!!! )


Kawah Ijen

Pos Paltuding

Ijen carter

Gerbang Selamat Datang

Keagungan Sang Kuasa

Perjalananpun dilanjutkan menuju puncak kawah ijen, sepanjang perjalanan dengan track yang landai walaupun tidak sedikit track yang cukup terjal naek ke atas tidak dirasakan oleh kawan - kawan ( jujur capek juga euy..hahaha ). Perjalanan akhirnya sampai juga di pos peristirahatan para pekerja penambang belerang di kawah ijen, bercengkerama dengan para pekerja sambil memulihkan tenaga ( rata - rata pekerja tambang adalah orang madura ). Dan ternyata masing - masing pekerja membawa 80kg belerang setiap pikulnya, dan lebih hebatnya lagi para pekerja mampu membawa 4-5 kali penambangan, yang artinya 400kg dalam 1 hari.


Perjalanan mulai terlihat mengasikkan setelah kami bertemu dengan para penambang yang lalu lalang membawa belerang. Dan akhirnya kamipun sampai di puncak kawah ijen, sembari duduk di bagian bawah bibir kawah ijen menikmati dinginnya udara saat itu dan juga supermoon yang memang benar - benar indah.


Setelah mentari pagi muncul di balik kawah ijen kamipun mulai kembali turun ke pos paltuding. Hal ini dikarenakan para pengunjung hanya di berikan waktu sampai siang di puncak. Karena di puncak pada siang hari gas belerang sangatlah pekat baunya dan dapat mengganggu saluran pernafasan. Maka dari itu setelah mentari muncul kami putuskan untuk turun ke pos paltuding.

How Much..??

Mensyukuri apa yang terlihat

Awan dan Puncak

Asapmu berteman dengan langit

Lelah but Puas

Kawah terbesar


Perjalanan yang sangat melelahkan dengan kondisi cuaca yang awal tidak mendukung tetapi saat di TKP kondisi berbalik sangat menyenangkan dan sangatlah indah. Sebuah pembelajaran yang dapat di ambil adalah di balik kekuatan seseorang ternyata masih ada yang lebih kuat hanya untuk menghidupi keluarganya ( contoh kasus para penambang belerang ).




regards,



aufklarunx